Kamis, 12 Mei 2011

Empat Kekeliruan Menyambut Muharram

Di dalam menghadapi Tahun Baru Hijriyah, sebagian kaum Muslimin mengerjakan beberapa amalan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw, maka hendaknya kekeliruan tersebut bisa dihindarkan dari kita. Diantara kekeliruan tersebut adalah :
1. Menjadikan tanggal 1 bulan Muharram sebagai hari raya kaum Muslimin, mereka merayakannya dengan cara saling berkunjung satu dengan yang lainnya, atau saling memberikan hadiah satu dengan yang lainnya, bahkan sebagian dari mereka mengadakan sholat tahajud dan doa’-do’a khusus pada malam tahun baru.  Padahal dalam Islam hari raya hanya ada dua, yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Hal itu sesuai dengan hadist Anas bin Malik ra, bahwasanya ia berkata : “Rasulullah saw datang ke kota Madinah, pada waktu itu penduduk Madinah merayakan dua hari tertentu, maka Rasulullah saw bertanya: Dua hari ini apa ? Mereka menjawab: “Ini adalah dua hari, dimana kami pernah merayakannya pada masa Jahiliyah. Maka Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah swt telah menggantikannya dengan yan lebih baik: yaitu hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri. (HR Ahmad, Abu Daud dan Nasai )
Begitu juga, merayakan tahun baru adalah kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka kaum Muslimin diperintahkan untuk menjauhi dari kebiasaan tersebut, sebagaimana yang terdapat dalam hadist Abu Musa Al Asy’ari bahwasanya ia berkata : “Hari Asyura adalah hari yang dimuliakan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya.” Dalam riwayat Al-Nasai dan Ibnu Hibban, Rasulullah bersabda, “Bedalah dengan Yahudi dan berpuasalah kalian pada hari Asyura.”
2. Menjadikan tanggal 10 Muharram sebagi hari berkabung, sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Syi’ah Rafidhah. Mereka meratapi kematian Husen bin Ali yang terbunuh di Karbela. Bahkan sejak Syah Ismail Safawi menguasai wilayah Iran, dia telah mengumumkan bahwa hari berkabung nasional berlaku di seluruh wilayah kekuasaannya pada tanggal 10 hari pertama bulan Muharram. Ritual meratapai kematian Husen ini dilakukan dengan memukul tangan-tangan mereka ke dada, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menyabet badan mereka dengan pisau dan pedang hingga keluar darahnya, dan sebagian yang lain melukai badan mereka dengan rantai.
3. Menjadikan malam 1 Muharram untuk memburu berkah dengan berbondong-bondong menuju kota Solo dan menyaksikan ritual kirab dan pelepasan kerbau bule, yang kemudian mereka berebut mengambil kotorannya, yang menurut keyakinan mereka bisa menyebabkan larisnya dagangan dan membawa berkah di dalam kehidupan mereka. Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan syirik dan bid’ah dan menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.
Sumber: hidayatullah.com

Jumat, 22 April 2011

catatan kecil bermakna BESAR..

oleh Namanya Pak Gito pada 19 Februari 2010 jam 3:52

Surga ada dlm Hatiku,kemanapun aq pergi ia slalu bersamaku.. Jangan tumbuh bila tidak memberi manfaat.. Terkadang qt takut kehilangan dengan apa yg sudah dimiliki saat ini,hal ini karna qt tdk tau kapn ajal tiba. tapi banyak orang yg berHarta sampai 7 turunanpun tak akan habis masih juga takut kehilangan,ini karna terlalu memikirkan kehidupan dunia. Sebenarnya tdk ada yg perlu di takutkan,,lihat lah Cecak tdk punya sayap sedangkn makananya punya sayap & bisa terbang semua,Cecak sampai saat inpun masih hidup padahl Cecak tdk bisa terbang...


Bagi Kita Manusia ; si A manusia,si B manusia untuk gampangya dari A sampai Z manusia,,,apakah jumlah TUHAN sebanyak A sampai Z ?? aneh bila kamu manusia dan saya manusia kemudian TUHAN qt berbda atau tdk sama...!!!

Katakanlah, Dialah ALLAH yang Maha Esa.. ALLAH tempat bergantung segalanya. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan. Dan tiada Sesuatupun yang menyamai-Nya.

Shalat = tidk bisa berdiri duduk,,tdk bs dudk baring dgn mulut berucap,tdk bisa juga Shalat dgn isyarat mata,,masih tdk bisa, Shalatlah dlm hati mulai dr awal sampai akhir,,jika tdk bisa juga,bungkus yg rapih kemudian di Shalatkan,,selesai sudah..!!

Dia baik,tidak pernah terlihat jahat,,dia sahabat terbaik Kami,,,suatu hari dia datang kepada kami dgn berlumuran darah,dia di keroyok sekelompok orang,kamipun bersiap untuk perang,dlm perjalanan Otak ini berfikir kenapa & ada apa degn sahabat ini yg kini telah pingsan,,sampai dit4 7an massa disanapun sudah siap berperang,,secara spontan Aku maju sendiri tanpa membawa apa2 teman yg lain kusuruh di kendaraan,,masyarakat di sanapun menjelaskan bahwa sahabat adlah maling di kampung tsb yg sudah kerap kepergok tapi berhasil kabur,,Akupun menemui semua temanku & menjlaskan masalahya,,Aku bergegas membawa sahabatku ke RS,teman2 yg lain akhirnya ikut pulang dengn lupa meminta maaf kpd massa di situ...Segala Puji Bagi ALLAH Kami tidak jadi berperang karna ulah sahabat..!!


Jumat, 15 April 2011

ARTIS FILM.

Sebenarnya kita semua manusia adalah artis film,,mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali semua kegiatan aktivitas serta gerak gerik manusia di shooting dan di rekam oleh Kamera Malaikat Raqib & Atib.
    Dan di akhirat kelak Rekaman film itu akan di putar kembali tanpa dipotong atau di sensor sedikitpun.

Siapa saja Manusia yang berakting mengikuti Skenario Qur'an dan Hadist maka dia berhak mendapatkan segalanya berupa pahala Surga.  Sedangkan yang keluar dari Skenario Qur'an dan Hadist...??!!!,,silahkan pikir oleh diri Kita masing2 acting apa yang  telah Kita perankan di Bumi ini.
Mari tingkatkan Acting Iman & Taqwa diri Kita masing2 sesuai Skenario Qur'an dan Hadist....

by..si Ganteng Albert Roedy..

Senin, 11 April 2011

Kita Bertanya, Al-Qur'an Menjawabnya

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur'an Menjawabnya

Saif Al Battar
Senin, 24 Januari 2011 15:35:59
Hits: 1071
Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah;  KENAPA AKU DIUJI?,  KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?,  AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb.. Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah...dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah...
 Solusinya adalah...
Kembali kepada Al Qur'an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa'alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali...Subhanallah...
Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini...
Bismillah.....
 
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)
KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - (QS Al-Baqarah ayat 216)
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
 AL-QUR'AN MENJAWAB:
 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."- (QS Al-Baqarah ayat 286)
KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
 "Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - (QS Al-Imran ayat 139)
KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
  "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - (QS. Al-Imran ayat 200)
KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - (QS Al-Baqarah ayat 45)
KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - (QS At-Taubah ayat 111)
KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
AL-QUR'AN MENJAWAB:
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - (QS At-Taubah ayat 129)
KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!
AL-QUR'AN MENJAWAB:
 
 "... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - (QS Yusuf ayat 12)
Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................
 Wallahu a'lam bish showab...
Your Brother,
Muhammad Jibriel Abdul Rahman .....di Sunting oleh Hajran Sugito..

Kamis, 07 April 2011







Sabtu 2 April 2011, pagi itu suasana di Pondok pesantren Hidayatullah berbeda dengan biasanya, semua warga pesantren hari itu terlihat sedikit  sibuk, ya pagi itu masih ada yang sibuk finishing beberapa pekerjaan yang belum sempat selesai.

Hari itu ada hajatan di lingkungan Hidayatullah, karna akan dilaksanakannya Acara Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Hidayatullah Kutai Barat tahun 2011 sekaligus merupakan Rakerda Perdana di Hidayatullah Kubar.

Dipilihnya tempat pelaksanaan dikampus Hidayatullah dengan maksud untuk menjadi wahana silaturrahim bagi jama’ah, simpatisan dan para pendukung gerakan dakwah Hidayatullah Kubar, yang mungkin selama ini lama tidak berkunjung kekampus demikian menurut ketua panitia Ust. Edy Harianto, SE. 

Acara ini dibuka oleh bapak Wabup H. Didik Effendi, S.Sos. M.Si, dan dihadiri oleh Sekjen PW Hidayatullah Kaltim. Dalam sambutannya Bapak Wabup  banyak memberikan masukkan, gagasan dan saran serta mengingatkan kepada para pelaku dakwah agar tidak cepat puas dalam melaksanakan tugas dakwah di Kutai Barat, dan hendaknya Ormas-orman Islam dapat bekerjasama sehingga akan semakin ringan tugas dakwah kedepannya. 

Rakerda ini diikuti oleh empat Pimpinan cabang beserta staff, yakni PC Barong Tongkok, PC Sekolaq Darat, PC Temula, dan PC Kamp Baru, acara ini juga dirangkai dengan Rakerda  Mushida (Muslimat Hidayatullah).

Salah satu hasil dari rapat akan segera diadakan Seminar pendidikan dan Training Marhalah ‘Ula dan msih banyak program Dakwah, Sosial, dan Pendidikan yang akan digeber selama 2011 ini, sesuai dengan tema dari Rakerda “Pertajam Visi dan Misi, Profesionalakan Amanah Pengurus, Sukseskan Gerakan Dakwah dan tarbiyah.

Dan tak lupa kepada siapa saja yang telah direpotkan dengan adanya acara ini, baik pinansial, pikiran, tenaga dan sebagainya seluruh panitia kegiatan mengucapkan terima kasih semoga Allah menjadikannya sebagai amal sholeh disisi Allah SWT.

by. Jihady Taqwa abu Rabbaniy Palenbany

Minggu, 03 April 2011

Keajaiban matematika dalam Al Qur'an

Keajaiban Al Quran dilihat dari sisi kandungannya telah banyak ditulis dan diketahui, tetapi keajaiban dilihat dari bagaimana Al Quran ditulis/disusun mungkin belum banyak yang mengetahui. Orang-orang non-muslim khususnya kaum orientalis barat sering menuduh bahwa Al Qur’an adalah buatan Muhammad. Padahal kalau kita baca Al Qur’an ada ayat yang menyatakan tantangan kepada orang-orang kafir khususnya untuk membuat buku/kitab seperti Al Quran dimana hal ini tidak mungkin akan dapat dilakukannya meskipun jin dan manusia bersatu padu membuatnya. 
Beberapa kata lain yang menarik dari tabel tersebut adalah kata “syahr (bulan)” yang disebutkan sebanyak 12 kali yang menunjukkan bahwa jumlah bulan dalam setahun adalah 12, dan kata “yaum (hari)” yang disebutkan sebanyak 365 kali yang menunjukkan jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari. Selanjutnya Kata “lautan (perairan)” disebutkan sebanyak 32 kali, dan kata “daratan” disebut dalam Al Quran sebanyak 13 kali. Jika kedua bilangan tersebut kita tambahkan kita dapatkan angka 45.
Sekarang kita lakukan perhitungan berikut:
· Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr (lautan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:
(32/45)x100% = 71.11111111111%
· Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:
(13/45)x100% = 28.88888888889%
Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT dalam Al Quran 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111111%, dan persentase daratan adalah 28.88888888889%, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan di bumi ini.
Catatan:
Untuk memverifikasi “keajaiban matematis” dari Al Qur’an anda perlu menggunakan Al Qur’an yang dicetak menurut versi cetak Arab Saudi atau Timur Tengah pada umumnya. Mengapa? Hasil penelitian yang saya lakukan, terdapat banyak perbedaan antara Qur’an versi cetak Indonesia pada umumnya dan Qur’an versi cetak Arab Saudi (kebetulan saya memegang Qur’an versi cetak Arab Saudi), meskipun perbedaan tersebut tidak berpengaruh pada makna/arti. Perbedaan tersebut hanya pada cara menuliskan beberapa kata. Meskipun demikian, jika mengacu pada “Keajaiban Matematis” dari Al Qur’an, Qur’an versi cetak Indonesia pada umumnya (yang disusun oleh orang Indonesia) menyalahi aturan yang aslinya sehingga keajaiban matematis tidak muncul. Saya hanya memberikan 2 contoh kata saja dari sekian kata yang berbeda penulisannya yaitu kata “shirootho” dan “insaana”. Menurut versi cetak Arab Saudi, tidak ada huruf “ALIF” antara huruf “RO’” dan “THO” pada kata “SHIROOTHO” (lihat di Surat Al Fatihah) dan antara huruf “SIN” dan “NUN”pada kata “INSAANA”, tetapi menurut versi cetak Indonesia pada umumnya terdapat huruf ALIF pada kedua kata tersebut. Pada versi cetak Arab Saudi, untuk menunjukkan bacaan panjang pada bunyi ROO dan SAA pada kata SHIROOTHO dan INSAANA, digunakan tanda “fathah tegak”. Saya paham, maksud orang menambahkan ALIF pada kedua kata tersebut agar lebih memudahkan bagi pembacanya, tetapi ternyata menyimpang dari aslinya. Maka dari itu anda menemukan jumlah huruf yang lebih banyak pada Surat Al Fatihah ayat 6 dan 7 dari yang saya tuliskan. Sebagai tambahan, salah satu ciri Qur’an versi cetak Indonesia pada umumnya adalah Surat Al Fatihah terletak pada HALAMAN 2, sementara versi cetak Arab Saudi, Fatihah berada pada HALAMAN 1.
Mengenai jumlah kata, kata harus didefinisikan sebagai susunan dari beberapa huruf (dua hrurf atau lebih), sehingga anda harus memperlakukan “WA atau WAU” sebagai huruf meskipun bisa diartikan dengan kata “DAN” dalam bahasa Indonesia. Perlakuan “WA” (misalnya pada kata “WATAWAA”) sebenarnya bisa disamakan dengan “BI” (pada kata BISMI), karena kebetulan BI bisa gandeng dengan kata berikutnya, sementara WA tidak bisa ditulis gandeng dengan kata yang mengikutinya. Jadi jangan hitung “WA” sebagai kata, tetapi sebagai huruf.
Oleh: Ali Said
Sumber : kabarislam.com,,,......Sunting by Hajran SAW
Salam Perjuangan Bang Luqman dan Bang Thoyib ( Ust.Ridhal )
Ust.Indra,,,,lagi ngapain..?

Memindahkan Hati Ke Akhirat

“Barangsiapa mengharapkan akhirat, kemudian berusaha untuk mendapatkannya sedang ia seorang Mukmin, maka usahanya akan diganjar.” (QS. al-Israa’:19)

Kita ini dalam perjalanan pulang. Pulang ke kampung Akherat. Tapi orang-orang bodoh, mereka bekerja mati-matian untuk bekal dunia. Orang-orang seperti itu, adalah orang-orang yang tertipu. Dan lebih bodoh lagi kalau ada orang yang mau berjihad fii sabilillah tujuannya dunia. Ngeri orang seperti itu. Akibat sikap orang-orang seperti ini, akhirnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam giginya patah dalam perang Uhud.
Pemanah-pemanah dalam perang Uhud itu turun rebutan ghonimah. Minhum man yuriidu dunya minhum man yuriidu akhiroh. Para perindu akhirat inilah yang menjadi perisai-perisai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang menghendaki akhirat pada waktu itu, adalah Anas bin Nadhr. Yang ketika dia mati, di dadanya terdapat lebih dari tujuh puluh lubang antara luka pedang tombak dan panah.
Ibnul Qoyyim al Jauziyah mengatakan, “Kalau hati ini sehat dari penyakit ini, maka hati kita ini akan pindah ke akhirat.” Jasadnya saja di dunia. Itulah orang yang akalnya sehat. Dia sadar bahwa dia sekarang sedang berjalan ke akherat. Dia tamak sekali menumpuk kekayaan untuk akherat. Seperti tamaknya ahli dunia menumpuk harta kekayaan di dunia. Sebagaimana ‘Aisyah rodliyallahu ‘anha. Beliau itu menabung, sampai mendapatkan seratus ribu dirham dan dia punya daftar nama-nama orang yang hendak dibagi-bagi. Tatkala beliau mendapat seratus ribu dirham itu, senangnya bukan main. Senang bukan karena tamak dengan dunia, tapi tamak dengan akherat. Target nama-nama yang beliau kumpulkan terpenuhi. Kakaknya Asma’, ibunya Abdullah bin Zubair lain lagi. Beliau tidak mau menabung sebagaimana ‘Aisyah radliyallahu ‘anha. Pokoknya harta yang didapatkan hari itu, habis ‘Isya harus habis. Semuanya disedekahkan sebelum tidur, besoknya mencari yang baru. Besok pagi adalah urusan besok pagi. Sikap Asma’ ini sama nilainya dengan ‘Aisyah.
Benar kata Ibnul Qoyyim al Jauziyah ini, kalau hati kita sehat akan berpindah ke akherat. Pindah dari barang-barang kecil di dunia ini kepada sesuatu yang tinggi. Dan mulai di akherat. Bagaimana caranya agar hati kita pindah dari dunia ke akherat? Kalau kita berkumpul hanya membicarakan masalah dunia, meetingnya hanya masalah dunia dan tak pernah ngaji, tidak pernah membicarakan halal haram, maka hati kita akan semakin mendalam terhadap dunia. Maka hati akan menjadi sakit.
Seorang ‘Alim berkata: “Kasihan ahlu dunia, keluar dari dunia tidak pernah merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia.” Sebagian orang bertanya, “Apa sesuatu yang paling nikmat di dunia itu?” Berkata, “Mahabatullah.” Merasa tenang tatkala berinteraksi dengan Allah, rindu segera bertemu dengan Allah, dan merasa nikmat tatkala dzikir kepada-Nya dan melaksanakan ketaatan-Nya.
Berikutnya, ciri orang-orang yang merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia adalah merasa nikmat tatkala berinteraksi dengan Allah. Dia merasa nikmat tatkala bangun jam dua malam melaksanakan qiyamul lail. Merasa tentram dan tenang. Kemudian rindu ingin segera bertemu dengannya. Alkisah, para mujahidin Arab, sebagian dari Yaman, Syiria, Qathar, dan Saudi, yang tadinya ikut jihad di Afghanistan, merasa sedih karena di jihad di Afghanistan usai. Mereka merasa sedih dan seakan tak punya harapan lagi untuk meraih manisnya mati syahid. Seperti pedagang pasar yang pasarnya sepi. Mereka berkata, “Kalau jihad sudah tak ada bagaimana nasib kita ini?” Jadi mereka sedih karena jihad sudah usai. Jadi akhirnya mereka pulang ke negerinya masing-masing di jazirah Arab.
Kemudian mereka mendengar ada tragedi pembantaian umat Islam di Bosnia. Mereka mendengar bahwa di Bosnia ada jihad. Mereka merasa senang sekali pergi ke sana. Mereka berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru dunia. Senangnya mereka itu seperti senangnya ahlu dunia mengejar pasar. Kenapa mereka bisa seperti itu, karena rindunya akan segera bertemu dengan Allah sudah tak tertahankan.
Orang-orang yang hatinya telah pindah ke akherat, mereka merasa nikmat dengan ketaatan yang ia laksanakan. Kenikmatan yang besar karena ia selalu ingat Allah, merasa diawasi oleh-Nya. Orang-orang seperti inilah yang patut mengatakan, “Kasihan ahlu dunia. Mereka tidak bisa merasakan sesuatu yang paling nikmat di dunia. Cita-citanya sangat dangkal!”
Kepada para perindu akherat lah kita seharusnya ‘mendongak’ dan iri dengan watak mereka.

Catatan in khusuh Buat Bang Imam,,Alex dan tak lupa si Ganteng Roedy..

Sabtu, 02 April 2011

Keimanan dalam ISLaM...

Keimanan sering disalahpahami dengan 'percaya', keimanan dalam Islam diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur alam semesta ini, dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari pengetahuan yang didapatkan. Keimanan dalam ajaran Islam tidak sama dengan dogma atau persangkaan tapi harus melalui ilmu dan pemahaman.
Implementasi dari sebuah keimanan seseorang adalah ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut sebagai akhlak mahmudah.Beberapa contoh akhlak terpuji antara lain adalah bersikap jujur, bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah dll. Sebagai umat islam kita mempunyai suri tauladan yang perlu untuk dicontoh atau diikuti yaitu nabi Muhammad SAW. Ia adalah sebaik-baik manusia yang berakhlak sempurna. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak rosul, maka ia menjawab bahwa akhlak rosul adalah Al-quran. Artinya rosul merupakan manusia yang menggambarkan akhlak seperti yang tertera di dalam Al-quran
[10:36] Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Adapun sikap 'percaya' didapatkan setelah memahami apa yang disampaikan oleh mu'min mubaligh serta visi konsep kehidupan yang dibawakan. Percaya dalam Qur'an selalu dalam konteks sesuatu yang ghaib, atau yang belum terrealisasi, ini artinya sifat orang yang beriman dalam tingkat paling rendah adalah mempercayai perjuangan para pembawa risalah dalam merealisasikan kondisi ideal bagi umat manusia yang dalam Qur'an disebut dengan 'surga', serta meninggalkan kondisi buruk yang diamsalkan dengan 'neraka'. Dalam tingkat selanjutnya orang yang beriman ikut serta dalam misi penegakkan Din Islam.
Adapun sebutan orang yang beriman adalah Mu'min
Tahap dan Tingkatan Iman serta Keyakinan
Tahap-tahap keimanan dalam Islam adalah:
  • Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan)
  • Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran)
  • Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul)
Tingkatan Keyakinan akan Kebenaran (Yaqin) adalah:
  • Ilmul Yaqin (berdasarkan ilmu)
  • 'Ainul Yaqin (berdasarkan ilmu dan bukti-bukti akan Kebenaran)
  • Haqqul Yaqin (berdasarkan ilmu, bukti dan pengalaman akan Kebenaran)
Hajran SAW,,,...untuk para Pejuang Hidayatullah Kubar..